Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Diabetes Melitus Sampai Tuntas?

Posted by in Solusi Medis Utk DM

Kebanyakan orang belum mengetahui bahwa ada cara mengobati penyakit diabetes melitus sampai tuntas. Penderita diabetes melitus seringkali menganggap bahwa mereka tidak akan bisa terbebas dari penyakit tersebut sampai akhir hayatnya. Namun faktanya, anda bisa terbebas dari penyakit diabetes melitus. Pada umumnya, penderita diabetes melitus memang mengatasi penyakit yang dideritanya dengan rutin meminum obat-obatan medis. Namun sayangnya, obat-obatan medis bukanlah sebuah cara mengobati penyakit diabetes melitus. Meminum obat-obatan medis secara rutin hanyalah satu cara untuk mencegah penyakit diabetes melitus semakin parah saja. Masih ada banyak sekali kelemahan yang dimiliki oleh obat-obatan medis terutama dalam mengatasi penyakit diabetes melitus. Salah satu kelemahan dari obat-obatan medis adalah ketidakmampuan untuk mengatasi penyakit DM langsung pada akar permasalahannya. Jika anda memang ingin bebas dari penyakit DM, maka di artikel ini kami akan memberikan informasi mengenai satu cara mengobati penyakit diabetes melitus secara alami. Cara tersebut sudah terbukti mampu membebaskan banyak penderita DM dari penderitaan.   Apakah Benar Obat Medis Masih Belum Mampu Mengatasi Penyakit DM Sampai Tuntas? Memang masih belum banyak penderita diabetes melitus yang mengetahui bahwa obat medis yang setiap hari harus mereka konsumsi bukanlah satu cara mengobati penyakit diabetes melitus sampai tuntas. Obat medis yang diresepkan oleh dokter memang hanya mampu membantu menurunkan kadar gula darah dan menjaga kestabilan gula darah saja. Oleh sebab itulah, penderita diabetes melitus harus terus meminum obat medis jika tidak ingin penyakit yang dideritanya bertambah parah. Singkatnya, penderita diabetes melitus akan mengalami ketergantungan meminum obat-obatan medis tersebut seumur hidupnya.   Mengapa Obat Medis Bukanlah Cara Mengobati Penyakit Diabetes Tipe 1? Apa yang membuat obat medis tidak bisa disebut sebagai cara mengobati penyakit diabetes tipe 1? Untuk mengetahui alasannya, anda perlu mempelajari terlebih dahulu akar permasalahan dari penyakit diabetes melitus tipe 1 tersebut. Penyakit DM tipe 1 disebabkan oleh rusaknya organ pankreas sehingga hormon insulin sudah tidak dapat diproduksi lagi. Sebagai solusinya, medis memberikan suntikan insulin pada penderita DM tipe 1. Sayangnya, suntikan insulin bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi masalah pada penderita DM tipe 1. Karena suntikan insulin yang diberikan secara berkala pada penderita DM tipe 1 hanya menggantikan fungsi dari hormon insulin yang tidak bisa lagi diproduksi oleh tubuh. Karena itulah, maka penderita DM tipe 1 harus terus mendapatkan suntikan insulin jika tidak ingin penyakitnya bertambah parah.   Mengapa Obat Medis Juga Tidak Mampu Mengatasi Penyakit DM Tipe 2? Selain diabetes melitus tipe 1, obat medis juga bukanlah cara mengobati penyakit diabetes tipe 2. Apa alasannya? Mari kita cermati terlebih dahulu apa penyebab dari penyakit DM tipe 2 tersebut. Penyakit DM tipe 2 muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon tersebut menyebabkan sel di dalam tubuh kurang peka dalam menerima glukosa yang dibawa oleh hormon insulin. Obat medis yang digunakan untuk mengatasi penyakit DM...

Read More

Penyakit Gula dan Obatnya yang Biasa Digunakan Dalam Dunia Medis

Posted by in Solusi Medis Utk DM

Seringkali orang kebingungan jika sudah membicarakan mengenai penyakit gula dan obatnya. Karena memang sampai saat ini, masih ada cukup banyak informasi yang salah mengenai penyakit gula terutama masalah pengobatannya. Informasi-informasi yang salah mengenai penyakit gula darah dan obatnya tersebut jelas akan sangat membahayakan penderita. Melihat realita tersebut, maka kami akan memberikan informasi yang sebenarnya di artikel ini mengenai penyakit gula darah terutama mengenai berbagai macam jenis pengobatan medis yang digunakan.   2 Jenis Pengobatan Penyakit Gula Darah Secara Medis Di dalam dunia medis, pengobatan penyakit gula darah dibagi menjadi 2 macam jenis. Kedua macam jenis pengobatan penyakit gula darah secara medis tersebut adalah: Pengobatan non-farmakologis Pengobatan farmakologis Apa perbedaan dari kedua macam jenis pengobatan penyakit gula tersebut? Anda bisa mempelajarinya secara detail di artikel ini.   Penyakit Gula dan Obatnya Secara Non-Farmakologis Memang benar bahwa penyakit gula dan obatnya di dunia medis terdiri dari 2 macam. Pengobatan non-farmakologis adalah pengobatan pertama yang umum disarankan oleh dokter pada penderita penyakit gula. Pengobatan non-farmakologis adalah pengobatan yang sama sekali tidak menggunakan obat-obatan kimia. Pengobatan ini menggunakan berbagai macam cara untuk mencegah penyakit gula semakin mengganas. Berikut adalah beberapa cara yang sering digunakan atau disarankan oleh dokter dalam pengobatan non-farmakologis: Menurunkan berat badan. Melakukan olahraga secara rutin. Mulai merubah pola hidup menjadi pola hidup sehat. Mengatur pola makan. Dengan menggunakan pengobatan non-farmakologis tersebut, dokter mengharapkan penderita penyakit gula dapat kembali menjalani hidup seperti orang normal lainnya. Namun bagaimana bila pengobatan non-farmakologis ini tidak dapat membantu mengurangi gejala-gejala atau menurunkan kadar gula darah penderita? Bila memang pengobatan non-farmakologis tidak bisa membantu penderita penyakit gula untuk mengurangi penderitaannya, maka akan digunakan pengobatan lain.   Penyakit Gula Darah dan Obatnya Secara Farmakologis Pengobatan non-farmakologis memang adalah pengobatan yang paling awal disarankan oleh dokter. Namun demikian, jika penderita penyakit gula darah tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan menggunakan pengobatan non-farmakologis, maka perlu dilakukan pengobatan farmakologis baik dengan obat dokter ataupun obat tradisional gula darah naik. Jika pengobatan non-farmakologis adalah pengobatan yang tidak menggunakan obat-obatan kimia, maka pengobatan farmakologis adalah kebalikannya. Pengobatan farmakologis adalah pengobatan yang menggunakan berbagai macam obat-obatan kimia sesuai dengan yang penderita gula darah butuhkan. Namun realitanya, memang mayoritas penderita penyakit gula darah tidak bisa mengatasi penyakit yang dideritanya menggunakan pengobatan non-farmakologis. Kebanyakan dari mereka memang menggunakan pengobatan farmakologis. Jika dilihat dari penyakit gula dan obatnya secara farmakologis, ada cukup banyak obat yang digunakan. Berikut adalah beberapa jenis obat-obatan yang umumnya diresepkan oleh dokter untuk penderita penyakit gula darah: Sulfonylurea Sulfonylurea adalah jenis obat yang berfungsi untuk merangsang hormon insulin keluar dari sel beta pankreas. Obat jenis ini hanya efektif digunakan oleh penderita penyakit gula darah yang tidak mengalami kerusakan pada organ pankreas. Itulah sebabnya, sulfonylurea bukanlah obat yang disarankan untuk dikonsumsi oleh...

Read More

Efek Negatif Insulin Buatan yang Digunakan Secara Tidak Tepat

Posted by in Solusi Medis Utk DM

Tahukah anda bahwa insulin buatan yang digunakan secara tidak tepat juga memiliki efek samping negatif bagi penderita diabetes melitus? Oleh sebab itu, biasanya penderita diabetes melitus yang memang membutuhkan suntikan insulin buatan disarankan untuk tidak menyuntikkan insulin sendiri. Karena mayoritas penderita diabetes melitus yang melakukan penyuntikan insulin buatan sendiri tidak melakukannya secara tepat. Akibatnya, banyak dari mereka yang harus menanggung efek negatif dari insulin buatan yang tidak digunakan secara tepat tersebut. Sudahkah anda mengetahui apa saja efek samping negatif dari kesalahan penyuntikan insulin pada penderita diabetes melitus tersebut? Jika anda belum mengetahui dan ingin mempelajari apa saja efek negatifnya, maka anda bisa membacanya di artikel ini.   Beragam Efek Samping Negatif Insulin Buatan yang Perlu Diwaspadai Jika anda adalah seorang penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin buatan, maka sebaiknya anda waspada dengan beberapa macam efek samping negatif berikut ini:     Hipoglikemia Seorang penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin dalam dosis yang berlebihan dapat mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia juga bisa diderita seorang penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin dalam keadaan perut kosong. Lipoatrofi Sering disarankan untuk tidak menyuntikkan insulin buatan pada satu lokasi saja. Karena jika setiap kali penyuntikan insulin dilakukan pada satu area saja, maka penderita DM bisa mengalami lipoatrofi. Lipoatrofi merupakan masalah kulit menjadi cekung di area dimana insulin buatan sering disuntikkan. Aterosklerosis Aterosklerosis adalah efek negatif dari pemberian insulin buatan dalam dosis yang tidak tepat, dalam kasus ini dosis insulin terlalu banyak. Biasanya, efek samping ini sering dialami oleh penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kelebihan berat badan. Memang sebaiknya dosis suntikan insulin untuk penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kelebihan berat badan dikurangi. Kaligata Kaligata merupakan efek negatif dari kesalahan penggunaan insulin yang muncul pada kulit. Kulit biasanya akan mulai terasa gatal-gatal. Melihat dari semua efek samping yang dapat muncul akibat kesalahan penggunaan insulin buatan tersebut, maka sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam menggunakan suntikan insulin.   Cara Mencegah Mengalami Efek Samping Dari Suntikan Insulin Bagi Penderita Diabetes Jika anda memang adalah seorang penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin buatan, anda tidak perlu merasa takut dengan beragam efek samping tersebut. Karena sebenarnya efek samping tersebut masih bisa dicegah kemunculannya. Jika anda memang belum mengetahui berapa dosis penyuntikan insulin yang tepat, maka konsultasikan dengan dokter anda. Selain itu, pastikan juga untuk menyuntikkan insulin di dalam tubuh setelah anda makan. Karena menyuntikkan insulin buatan pada saat perut kosong jelas akan sangat cepat memicu munculnya efek negatif dari penggunaan insulin buatan tersebut. Semoga dengan mengetahui informasi tersebut, anda bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mendapatkan suntikan hormon insulin buatan dan obat kencing manis kering...

Read More
error: Content is protected !!