Apa Saja Sebenarnya Ciri-Ciri Kencing Manis yang Perlu Diwaspadai?

Posted by in Deteksi Dini

Mengetahui dengan pasti tentang apa saja ciri-ciri kencing manis adalah sebuah hal penting untuk mencegah keterlambatan dalam menangani penyakit berbahaya tersebut. Karena saat ini seseorang tetap beresiko menderita penyakit kencing manis meskipun tidak memiliki faktor keturunan. Hal tersebut disebabkan karena penyakit kencing manis atau diabetes melitus bisa muncul akibat penggunaan pola hidup yang salah. Bahkan faktanya, kebanyakan orang yang menderita penyakit kencing manis baru-baru ini mayoritas bukan disebabkan oleh faktor keturunan, namun disebabkan oleh faktor kesalahan penggunaan pola hidup. Oleh sebab itu, jika anda ingin mencegah penyakit kencing manis, sebaiknya anda mewaspadai berbagai macam gejala yang menjadi ciri-ciri kencing manis itu sendiri.   Mengenal Ciri-Ciri Orang Terkena Kencing Manis   Sebelum seseorang mengalami komplikasi akibat penyakit kencing manis, pada umumnya mereka terlebih dahulu akan mengalami beberapa macam gejala. Pada umumnya ciri-ciri orang yang terkena kencing manis akan mengalami peningkatan kadar gula darah maupun penurunan kadar gula darah yang sangat drastis. Berikut adalah beberapa gejala yang sering dirasakan oleh seseorang ketika mengalami peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia): Mulai sering merasa kehausan. Semakin sering buang air kecil. Kulit terasa gatal-gatal. Munculnya infeksi di beberapa bagian kulit. Mengalami penurunan penglihatan. Berat badan menurun tanpa ada penyebab yang jelas. Selain terjadinya peningkatan kadar gula darah, ciri-ciri orang terkena kencing manis lainnya adalah mengalami penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia). Berikut adalah beberapa gejalanya: Sering sekali merasa gelisah. Sering mengalami penurunan tingkat kesadaran. Terlalu sering merasa lapar. Tubuh gemetar dengan sendirinya. Tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya. Jika sampai anda mengalami ciri-ciri kencing manis baik hiperglikemia maupun hipoglikemia, sebaiknya segera cek kadar gula darah anda atau mencari info lebih lanjut tentang obat generik gula darah tinggi. Karena kemungkinan besar anda sudah sangat beresiko untuk menderita penyakit kencing manis.   Apakah Semua Orang yang Menderita Penyakit Kencing Manis Pasti Mengalami Gejala?   Memang benar bahwa orang yang menderita penyakit kencing manis tidaklah selalu mengalami gejala-gejala seperti hiperglikemia maupun hipoglikemia. Karena itulah, sebenarnya setiap orang wajib memeriksakan kadar gula darahnya secara rutin untuk mengurangi keterlambatan penanganan penyakit kencing manis.   Apa Saja Faktor Resiko yang Meningkatkan Kemungkinan Seseorang Untuk Menderita Kencing Manis?   Dikarenakan ada kemungkinan seseorang tidak mengalami gejala yang disebut sebagai ciri-ciri kencing manis, maka sebaiknya andapun juga harus memperhatikan beberapa faktor resiko pemicu penyakit tersebut. Ada beberapa macam faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menjadi penderita kencing manis. Berikut merupakan beberapa faktor resikonya: Menderita tekanan darah tinggi. Menderita kolesterol. Memiliki masalah pada kesehatan organ jantung. Berat badan berlebih. Kurang olahraga. Memiliki faktor genetik sebagai penderita kencing manis. Jika anda memang memiliki beberapa faktor resiko tersebut, maka sebaiknya mulai sekarang anda harus lebih...

Read More

Hati-Hati Dengan Beberapa Faktor Resiko Diabetes Ini

Posted by in Deteksi Dini

Penyakit DM bisa dihindari dengan mengurangi berbagai macam faktor resiko diabetes melitus. Memang benar bahwa setiap tipe penyakit diabetes melitus memiliki faktor resiko yang berbeda-beda. Namun jika dilihat secara seksama, orang yang hidup di jaman sekarang lebih mudah menderita penyakit DM. Penyakit DM yang paling rawan diderita oleh orang-orang yang hidup di jaman modern saat ini adalah DM tipe 2. Karena pola hidup orang jaman sekarang memang sebagian besar merupakan faktor resiko diabetes melitus tipe 2. Namun jangan cemas, karena sebenarnya cukup mudah untuk bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus tersebut. Yang perlu anda lakukan untuk mencegah agar jangan sampai menderita penyakit DM adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin faktor penyebabnya.   Siapa yang Paling Rawan Menderita DM Dilihat dari Faktor Resiko Diabetes Melitus   Jika dilihat secara seksama, setiap orang sebenarnya memiliki resiko yang sama untuk menderita penyakit DM. Karena memang penyakit DM tidak hanya dapat muncul akibat faktor keturunan saja. Orang-orang dinyatakan sangat beresiko menderita penyakit DM jika mereka memiliki cukup banyak faktor resiko diabetes melitus berikut ini: Gaya hidup buruk Jika diperhatikan, sangat sedikit orang yang masih menjaga gaya hidupnya. Mayoritas orang sudah mulai nyaman menggunakan gaya hidup yang sebenarnya buruk bagi kesehatan. Sebagai contohnya, banyak sekali orang mulai tidak memperhatikan lagi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Mayoritas orang mulai memilih makanan dari segi rasa dan juga kecepatan penyajiannya. Padahal makanan yang memiliki rasa enak dan sangat cepat untuk disajikan belum tentu memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh. Bahkan bisa dikatakan mayoritas makanan seperti itu justru memiliki kandungan zat yang buruk bagi kesehatan tubuh. Selain dari segi makanan, banyak orang yang mulai tidak memperhatikan jam istirahat. Tubuh kita membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena ketika tubuh mulai kekurangan waktu istirahat, maka ada beberapa organ tubuh yang akan mengalami penurunan fungsi. Berat badan berlebih Kebiasaan menggunakan gaya hidup yang buruk berakibat meningkatnya berat badan. Perlu anda ketahui bahwa kelebihan berat badan bukanlah tanda kemakmuran. Kelebihan berat badan justru merupakan satu tanda bahwa anda rentan menderita berbagai macam penyakit berbahaya dan salah satunya adalah penyakit diabetes melitus. Kelebihan berat badan atau obesitas bahkan sudah dinyatakan sebagai salah satu faktor resiko diabetes melitus paling utama. Mayoritas penderita DM tipe 2 cenderung memiliki masalah kelebihan berat badan. Metabolic syndrome Metabolic syndrome bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi abnormal yang sebenarnya cukup jarang dialami. Orang yang memiliki kondisi metabolic syndrome ini biasanya memiliki gejala seperti: Tekanan darah lebih dari 160/90 mmHg Trigliserida lebih dari 150 mg/dl Kadar kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl Lingkar pinggang lebih dari 120 cm untuk pria dan 88 cm untuk wanita   Menderita penyakit yang meningkatkan faktor resiko diabetes Ada beberapa macam penyakit yang dapat meningkatkan faktor resiko diabetes. beberapa macam penyakit tersebut adalah seperti tekanan darah tinggi,...

Read More

Faktor Penyebab Gula Darah Tinggi dan Bagaimana Cara Mengukurnya

Posted by in Deteksi Dini

Seseorang dinyatakan menderita penyakit diabetes melitus dikarenakan memiliki kadar gula darah melebihi batas normal dan penyebab gula darah tinggi sendiri memang bermacam-macam. Selain penyebab kadar gula darah tinggi yang bermacam-macam, gejala yang dirasakan oleh seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula darahpun tidak begitu jelas. Karena itulah, banyak sekali orang yang terlambat menyadari bahwa dirinya telah menderita penyakit diabetes melitus. Kebanyakan orang baru menyadari bahwa dirinya sudah menderita penyakit DM setelah penyakit sudah cukup parah dan sulit untuk diatasi. Karena itulah, sebaiknya anda yang saat ini belum dinyatakan menderita penyakit DM harus lebih berhati-hati. Selain itu, andapun perlu mempelajari faktor apa saja yang menjadi penyebab tingginya kadar gula dalam darah. Bagi anda yang belum memahami apa saja penyebab kadar gula dalam darah tinggi, pelajari penyebabnya di artikel ini.   Berapa Kadar Gula Darah yang Dinyatakan Normal Sebelum mempelajari mengenai apa yang menjadi penyebab gula darah tinggi, anda juga perlu mengetahui mengenai berapa kadar gula darah yang dinyatakan normal. Untuk mengetahui gula darah normal atau tidak, dibutuhkan 2 kali pengecekan. Pengecekan pertama dilakukan setelah anda berpuasa selama 8 jam. Bila kadar gula darah setelah anda berpuasa selama 8 jam menunjukkan angka 70 hingga 110 mg/dl, maka anda dinyatakan memiliki kadar gula darah normal. Selain itu, perlu juga dilakukan pengecekan lanjutan selang 2 jam setelah anda makan. Bila kadar gula darah anda berada di bawah 200 mg/dl, maka anda dinyatakan normal.   Apa Faktor Penyebab Gula Darah Tinggi? Secara singkatnya, kadar gula darah bisa meningkat dikarenakan insulin tidak dapat menyalurkan glukosa ke sel-sel yang ada di dalam tubuh. Karena itulah, glukosa hanya akan terus menumpuk di dalam darah. Lama kelamaan, penumpukan glukosa di dalam darah tersebut akan meningkatkan kadar gula anda. Namun demikian, ada beberapa macam faktor yang menyebabkan insulin tidak dapat menyalurkan glukosa ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh. berikut adalah beberapa faktor penyebab insulin tidak mampu menyalurkan glukosa ke sel-sel untuk diproses menjadi energi: • Tubuh masih bisa memproduksi insulin namun jumlahnya tidak mencukupi untuk menyalurkan glukosa ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh. • Tubuh sama sekali tidak mampu memproduksi hormon insulin dikarenakan organ pankreas mengalami kerusakan. • Hormon insulin masih bisa diproduksi dan jumlahnya cukup untuk menyalurkan glukosa, namun terjadi resistensi insulin yang membuatnya tidak mampu menyalurkan glukosa ke sel yang ada di dalam tubuh, beberapa obat herbal penyakit gula kering yang mampu memperbaiki masalah resistensi tersebut. Ketika hormon insulin tidak dapat menyalurkan glukosa dan glukosa menumpuk di dalam darah, maka tubuh secara otomatis akan mengambil cadangan cairan yang ada di dalam sel untuk mengencerkan darah. Oleh karena itulah, seseorang yang menderita penyakit diabetes akan sering merasa haus dan buang air kecil. Karena memang mekanisme tubuh secara otomatis akan berusaha mengencerkan darah yang mengental akibat...

Read More

Tahukah Anda Faktor Keturunan Bukanlah Penyebab DM Tipe 2?

Posted by in Deteksi Dini

Mungkin ada beberapa dari anda yang merasa terkejut ketika mengetahui bahwa faktor keturunan bukanlah penyebab DM tipe 2. Mungkin juga ada beberapa dari anda yang merasa tidak percaya. Namun itulah kenyataannya. Memang diabetes melitus tipe 2 tidak menyerang karena adanya faktor keturunan. Penyakit diabetes melitus tipe 2 adalah jenis diabetes melitus yang bisa menyerang siapa saja. Mayoritas orang yang menjadi sasaran bagi diabetes melitus tipe 2 adalah orang-orang yang hidup secara tidak sehat. Padahal, mayoritas orang yang hidup di jaman sekarang sering menggunakan pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, mayoritas orang saat ini sangat berpotensi untuk menjadi penderita penyakit diabetes melitus tipe 2. Apakah anda ingin menjadi salah satu penderita DM? Jika anda tidak ingin menjadi penderita diabetes melitus tipe 2, maka sebaiknya pelajari cara mengatasi penyakit kencing manis dan mulai kurangi beberapa faktor penyebab DM tipe 2 yang dijelaskan di sini. 4 Macam Penyebab DM Tipe 2 yang Mayoritas Dimiliki Oleh Orang Jaman Sekarang Berat memang melihat kenyataan bahwa mayoritas orang jaman sekarang berpotensi menderita penyakit diabetes melitus. Karena mayoritas memang sudah memiliki beberapa faktor penyebab DM tipe 2. Parahnya, mayoritas orang tidak mengetahui bahwa mereka sangat berpotensi untuk menjadi penderita diabetes melitus. Sebenarnya, apa saja faktor penyebab DM tipe 2 tersebut? Inilah 4 macam faktor yang dapat memicu kemunculan penyakit diabetes melitus tipe 2 tersebut: Kebiasaan merokok Merokok menjadi sebuah hal yang biasa di jaman sekarang. Tidak hanya pria saja yang terbiasa merokok, bahkan beberapa wanitapun mulai terbiasa merokok. Tahukah anda bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu penyakit diabetes melitus tipe 2? Merokok akan menyebabkan gangguan fungsi hormon di dalam tubuh. jika sampai hormon insulin yang mengalami gangguan fungsi, maka bersiaplah untuk menjadi penderita DM tipe 2. Kurangnya berolahraga Masalah utama yang dialami oleh orang yang hidup di jaman sekarang adalah kurangnya waktu. Banyak orang bahkan sampai mengurangi dan bahkan menghilangkan waktu khusus untuk berolahraga. Memang efeknya tidak terasa saat ini, namun tahukah anda bahwa kurang berolahraga dapat menyebabkan menurunnya fungsi metabolisme di dalam tubuh dan juga meningkatkan penumpukan lemak? Jika hal tersebut terus terjadi, maka cepat atau lambat anda akan menjadi salah satu penderita penyakit diabetes melitus. Memakan makanan yang tidak sehat seperti makanan instan Makanan instan adalah makanan yang sangat populer saat ini. jika anda perhatikan, lebih banyak orang memilih untuk menikmati makanan cepat saji dibandingkan dengan makanan sehat. Memang rasa makanan cepat saji lebih nikmat di lidah. Namun tahukah anda bahwa makanan cepat saji yang memiliki kadar lemak tinggi tersebut dapat mengurangi kepekaan sel di dalam tubuh dalam menerima hormon insulin? Bila dibiarkan, lama kelamaan tubuh tidak akan mampu menerima insulin lagi dan hal tersebut menyebabkan anda menderita penyakit diabetes melitus tipe 2. Kelebihan berat badan kurang berolahraga dan juga sering memakan makanan...

Read More

Waspada! Penderita Penyakit DM Tidak Selalu Merasakan Tanda-Tanda Diabetes Melitus

Posted by in Deteksi Dini

Tidak selamanya seorang penderita penyakit diabetes akan mengalami tanda-tanda diabetes melitus. Sudah banyak orang yang terlambat mengatasi penyakit diabetes melitus hanya karena mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa penyakit diabetes melitus sudah menyerang. Semua itu dikarenakan kebanyakan orang berpikir bahwa selama tidak mengalami tanda-tanda diabetes melitus, maka mereka cukup aman dari penyakit tersebut. Sebaiknya anda tetap waspada meskipun sama sekali belum merasakan gejala apapun. Karena mungkin saja anda sudah menderita penyakit diabetes melitus tersebut saat ini. Macam Tanda-Tanda Diabetes Melitus Ya, memang saat ini memang sebaiknya anda tidak selalu berpatokan pada beberapa tanda-tanda diabetes melitus. Namun meskipun demikian, bukan berarti anda harus mengurangi kewaspadaan atau bahkan sama sekali tidak waspada lagi dengan gejala tersebut. Kami masih tetap menyarankan anda untuk waspada dengan beberapa gejala penyakit diabetes melitus tersebut. Namun masalahnya, sudahkah anda mengetahui dengan pasti apa saja gejala penyakit diabetes melitus yang perlu anda waspadai tersebut? Jika anda belum mengetahuinya, berikut adalah beberapa gejala yang mungkin saja anda rasakan ketika penyakit diabetes melitus mulai menyerang anda: Gejala hiperglikemia Sering buang air kecil Sering merasa haus Mengalami penurunan berat badan secara drastis dan sama sekali tidak diketahui sebabnya Kulit mengalami gatal-gatal dan juga infeksi Pandangan mata mulai berkurang atau kabur Gejala hipoglikemia Sering merasa lapar Tubuh sering gemetar dan juga berkeringat Perasaan sering cemas Kesadaran sering berkurang secara tiba-tiba Mana yang lebih berbahaya dari dua macam jenis tanda-tanda diabetes melitus tersebut? Baik gejala hiperglikemia maupun hipoglikemia sangat berbahaya jika tidak segera diatasi dengan benar. Oleh sebab itu, jika anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut, segeralah lakukan pengecekan darah dan mulai berkonsultasi dengan dokter. Namun jika sampai saat ini tidak ada satupun gejala yang anda rasakan, jangan bergembira terlebih dahulu. Karena anda masih berisiko menjadi penderita penyakit diabetes melitus. Karena terkadang penyakit tersebut menyerang tubuh tanpa menunjukkan gejala apapun. Untuk anda yang saat ini belum merasakan gejala apapun, selain tetap waspada dengan tanda-tanda diabetes melitus tersebut, andapun perlu mengurangi berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko anda menjadi penderita penyakit diabetes melitus. 3 Faktor yang Perlu Mulai Dikurangi Apa saja faktor yang harus anda kurangi agar risiko anda menjadi penderita penyakit diabetes melitus bisa dikurangi? Berikut ini adalah 3 macam faktor yang wajib untuk dikurangi jika anda tidak ingin menderita penyakit diabetes melitus: Umur Dari penelitian ditunjukkan bahwa umur merupakan satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang menjadi penderita diabetes melitus. Semakin tua umur seseorang akan semakin berisiko menderita penyakit tersebut. Namun jika anda mulai menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan juga mulai menggunakan pola hidup sehat, maka andapun bisa mencegah penyakit diabetes melitus. Penyakit kolesterol dan hipertensi Menderita penyakit kolesterol dan juga hipertensi juga bisa meningkatkan risiko anda untuk menjadi penderita penyakit diabetes melitus. Semua itu dikarenakan penyakit kolesterol dan hipertensi...

Read More
error: Content is protected !!